Memuat...
14 Juni 2025
โข3 Views

Membeli rumah lewat KPR adalah solusi populer di Indonesia. Tapi tahukah kamu, banyak orang akhirnya terjebak cicilan rumah yang terlalu berat karena tidak menghitung kelayakan kreditnya sejak awal?
Sebelum kamu tergiur bunga rendah atau promo DP ringan, pastikan dulu kondisi keuanganmu benar-benar siap. Di artikel ini, kita bahas cara menghitung kelayakan KPR dengan mudah dan praktis, supaya kamu bisa beli rumah dengan tenang dan gak jadi beban di masa depan.
Kelayakan kredit rumah adalah kemampuan finansial seseorang untuk membayar cicilan rumah secara konsisten tanpa mengganggu kebutuhan hidup lainnya. Bank menggunakan beberapa indikator untuk menilai kelayakan ini, seperti rasio utang, penghasilan, usia, dan riwayat kredit.
Tapi bukan cuma bank yang harus menghitung, kamu sebagai calon debitur juga harus sadar diri. Jangan asal lolos BI Checking aja, tapi harus tahu kemampuanmu sendiri.
Ini adalah langkah paling krusial. Bank biasanya menetapkan batas maksimal cicilan bulanan sebesar 30% – 40% dari total penghasilan tetap bulanan.
Rumus sederhananya:
total cicilan / total penghasilan tetap x 100%
Contoh:
Kalau cicilan rumah kamu melebihi angka ini, risiko keuangan kamu bakal meningkat, apalagi kalau ada cicilan lain seperti kartu kredit, motor, atau pinjaman online.
Selain cicilan bulanan, kamu harus siapkan sejumlah dana di awal sebelum rumah bisa resmi kamu miliki, seperti:
Kalau kamu beli rumah seharga Rp500 juta, maka bisa jadi kamu perlu siapkan dana awal minimal Rp100 juta. Jangan cuma ngincer cicilan ringan, tapi gak siap dana awalnya.
Sekarang banyak bank dan website properti yang menyediakan kalkulator simulasi KPR. Kamu bisa coba beberapa skenario:
Dengan simulasi ini, kamu bisa lihat estimasi cicilan dan total bunga yang harus dibayar. Ini membantu kamu ambil keputusan lebih rasional, bukan emosional.
Bank biasanya menetapkan batas usia maksimal saat KPR lunas, yaitu 55–65 tahun tergantung status pekerjaan. Jadi, kalau sekarang usia kamu 35 tahun dan kamu ambil tenor 25 tahun, berarti kamu harus benar-benar siap membayar sampai usia 60.
Pertimbangkan juga rencana jangka panjang:
Semua ini harus dipikirkan supaya cicilan rumah gak mengganggu hidup kamu di masa depan.
Punya rumah tapi gak punya dana darurat itu ibarat naik motor tanpa helm. Risiko!
Minimal kamu harus punya dana darurat 3–6 bulan pengeluaran tetap, termasuk cicilan KPR. Jadi kalau sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan atau penghasilan menurun, kamu masih bisa bayar cicilan tanpa panik.
Jangan lupa, asuransi jiwa dan kesehatan juga penting, terutama kalau kamu satu-satunya pencari nafkah di keluarga.
Bank akan menilai riwayat kredit kamu lewat SLIK OJK (dulu BI Checking). Tapi kamu juga bisa cek sendiri secara gratis di situs resmi OJK. Pastikan kamu tidak punya tunggakan atau catatan buruk.
Kalau kamu pernah telat bayar cicilan motor, tagihan kartu kredit, atau pinjaman online, ini bisa memengaruhi persetujuan KPR kamu.
Mengajukan KPR bukan hanya soal apakah kamu "disetujui oleh bank", tapi juga soal apakah kamu sanggup membayar dengan nyaman selama bertahun-tahun. Hitung dulu kelayakan finansialmu sebelum mengajukan, dan jangan hanya tergiur promosi.
Ingat: Rumah ideal bukan cuma soal lokasi dan desain, tapi juga soal ketenangan pikiran saat membayar cicilannya.